Sudahkah Anda Memiliki Standar?

Posted: April 19, 2010 in About Him, Article
Tags: , , , , , , ,

Cukup lama saya tidak menulis artikel lagi di blog saya tercinta ini karena disibukkan oleh beberapa hal yang benar-benar menyita waktu dan tenaga serta konsentrasi saya. Mulai dari thesis yang tak kunjung saya sentuh, S***** Secret Project (SSP), persiapan DRC, penambahan materi M3 dan berbagai hal lainnya.

Setelah beberapa minggu saya sibuk, minggu ini saya sudah bisa mulai sedikit bernafas dan mulai bisa mencurahkan hati ke blog yang bisa mengubah hidup ribuan bahkan milyaran umat manusia.

Sebelum saya masuk ke acara inti, saya mau mengucapkan segenap terima kasih kepada teman-teman baik saya yang rela menggotong saya beramai-ramai jam 1 pagi untuk menceburkan saya ke Selokan Mataram dalam rangka upacara ulang tahun saya yang ke- 24.

Saya tidak akan melupakan kegilaan tadi malam.
πŸ˜€

Saatnya masuk ke bagian inti, guys.

Sebelum itu (lagi), saya akan mulai dengan sebuah pertanyaan.

Apakah Anda memiliki (sedikit) standar ketika berhubungan dengan seorang atau beberapa wanita?

Bingung?
Gerah?
Tak tentu arah?
Limbung?
Gamang?

Mari kita break down.

Saya sangat sering melihat dan mendengar tentang banyaknya cowok di Indonesia yang tidak memiliki standar dalam memilih pasangan, baik pasangan tidur ataupun pacar.

Mereka terlihat buta dalam memilih. Mereka benar-benar tidak memiliki standar untuk memilih pasangannya. Kalau mau dibilang seperti binatang buas yang memakan segalanya, mulai dari tikus, kelinci, sampai rusa. Tidak ada standar dalam menentukan atau mengeliminasi calon pasangan mereka.

“Asal mereka punya toket dan lubang diselangkangan, hajar deh!”

Itu adalah kata-kata dari teman saya yang bisa dibilang PUA abis, mulai dari dandanan, gaya bicara, gaya hidup, dan semuanya.

Saya sama sekali tidak menyalahkan atau membenarkan orang yang tidak punya standar itu, tapi hal ini sangat berdekatan dengan Ferrari Principle yang akan saya jelaskan di bawah nanti.

Tunggu dulu, yang saya maksud disini adalah Standar dari Inner Value dan Outer Value sang wanita. Jadi bukan hanya dari modal kecantikan dan status serta bodi molek saja, tapi juga otak, kepribadian dan beberapa hal lainnya.

Pria mana yang tidak suka dengan wanita cantik?

Betul sekali, saya juga pria normal yang suka dengan wanita cantik, tapi ketika wanita cantik itu tidak lolos Test saya yang sangat ketat, maka saya akan langsung mendepaknya dari daftar wanita yang asyik buat hubungan lebih lanjut. Maksimal teman saja.

Nah, yang saya lihat, banyak sekali orang yang masih mengagungkan paras cantik dan rupawan serta body seperti Chyntiara Alona. Mereka benar-benar tertipu dengan cantiknya kulit luar para wanita-wanita tersebut tanpa mereka tahu kebobrokan, kegilaan dan kebusukan di balik cantiknya tampang dan wajah mereka.

Saya punya beberapa cerita tentang wanita cantik yang, errr, lebih baik saya tulis artikel tentang ini pada post berikutnya.

Kembali ke masalah standar tadi, Anda sebagai Pria seharusnya menjadi Pria yang punya standar dan pedang yang siap mengkuliti para wanita dengan serangkaian test-test yang Anda berikan. Sekarang jamannya Pria yang memberikan beberapa Test dan para wanita lah yang berusaha meloloskan diri dari test tersebut dengan tenaga sendiri tanpa bantuan Doraemon yang selalu mereka andalkan.

Saya akan memberi contoh dalam hal memiliki standar. Ketika saya berkenalan dengan seorang wanita, maka Standar pertama saya adalah daya tariknya, bukan kecantikannya. Setelah dia lolos, maka saya akan masuk ke sesi tukeran nomor dan Follow Up.

Di sesi ini, saya akan memberinya serangkaian test, dari intelejensia, daya tangkap, vibe, karakter, dan beberapa hal lainnya. Setelah lolos(biasanya sangat sedikit), maka masuk ke sesi pertemuan kedua. Disini, saya akan nilai dia dari seberapa PD, nyambung dan Sociable sang wanita. Ketika dia tidak bisa nge-blend dengan teman-teman saya, maka saya akan memberi nilai minus buat dia dan apabila nilai minusnya melebihi batas, maka, TET TOOOT!

Itu adalah salah satu dari beberapa pedang eliminasi saya. Memang, saya menjadi sangat kejam ketika berurusan dengan wanita yang hanya akan menghabiskan waktu saya.

Hal ini dekat kaitannya dengan yang saya sebutkan di atas, Ferrari Principle.

Bayangkan Anda adalah seorang penjual mobil Ferrari. Tentunya semua orang, termasuk Son Goku sekeluarga pun tahu bagaimana Value dari mobil ini. Anda sebagai pihak penjual pun pasti akan memilih para calon pembeli yang akan melakukan test drive karena mobil Anda tidak bisa disentuh dan dicoba serta dinaiki oleh sembarang orang dan hanya prang spesial saja yang bisa memilikinya.

Beda ketika Anda penjual mobil Toyota Kijang. Anda tidak akan terlalu memilih karena yang Anda inginkan hanya lakunya jualan Anda dan tidak memperdulikan calon pembeli Anda karena Anda tahu seberapa value mobil Anda.

Begitu pula dengan dunia Romance, saya ingin Anda semua, sebagai pria, bertindak sesuai dengan Ferrari Principle dengan tidak sembarangan menghabiskan waktu Anda dengan orang yang tidak berkualitas.

Tapi ingat, hal ini bisa dilakukan ketika Anda mempunya kualitas dan value sebuah Ferarri, bukan Toyota Kijang. Karena ketika Anda sebuah Toyota Kijang, Anda akan sangat sulit mengaplikasikannya dan akan jatuh ke Realita yang sangat menyedihkan ini.

Lalu, bagaimana agar bisa menjadi Ferrari, padahal sekarang Anda hanyalah Bemo?

Anda akan mengetahui jawaban misteri yang bahkan sang Kera Saktipun tidak mau membongkarnya, disini.

Sedang ngebut dan hampir nabrak-nabrak,

Honji MasterMind

Comments
  1. lala says:

    ulasan yang menarik, pa lagi dari pglaman pribadi yang mungkin bisa jd refernsi buat yg membtuhkan.

    ada baiknya memang bila standar itu menjdi bagian dari diri kita, namun sikon yang ada terkdng mnntut kita menjdi lbh manusiawi.

    tapi toh tetap berpijak pada diri kita yang sesungguhnya.

    sbnrnya scr sadar ga sadar banyak orng uda mlakukan ato bahkan mendarahdaging pa yg mas tulis.
    tapi lucunya konsep itu cuman mengerak didasar tanpa tau kpn, pd siapa dan bagmn cr mngolhnya.

    pglamn adalh guru yg terbaik, tgl mau refleksi pa ga dan terus berkembang mski tau itu sakit dan ga mudah. ada harganya.

    btw, cara ngiklan yg seru dan uniq. like this d

    nuwun

  2. Reza says:

    β€œAsal mereka punya toket dan lubang diselangkangan, hajar deh!”
    Haha .. Sip dah !πŸ˜€

    Nice bro .. ~

  3. fandy says:

    hmmm,,,saya sering menjumpai toyota kijang tapi pakek prinsip ferari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s