Apakah Anda (masih) Mencari The Best Approach & Opener

Posted: March 28, 2010 in About Him, Article
Tags: , , , , ,

Bagaimana proses Approach Anda hari ini?
Masih selalu sukseskah?
Mungkin Anda sudah sangat gampang menghampiri wanita dan berkenalan serta mendapatkan nomor Hape-nya?
Atau mungkin Anda sudah bisa melakukan Kencan Instan dengan wanita yang baru saja Anda kenal?
Atau jangan-jangan Anda masih bingung menentukan kalimat pembuka(opener) dan jenis approach yang ingin Anda gunakan?

Ada banyak ahli diluar sana yang mengatakan bahwa Anda harus melakukan ini itu dan lain sebagainya. Atau harus tidak melakukan ini itu dan sebagainya.

Hmm.

Tadi pagi saya terbangun dan tersadar dari tidur saya yang tidak terlalu lelap dan menyadari hal ini.

Pernahkah Anda mendengar bahwa Indirect Approach adalah Approach yang dinilai kurang efektif, menghabiskan waktu, dan sang target hanya suka pada topeng Anda, opini-opini dan basa basi Anda?

Atau mungkin Anda pernah mendengar bahwa Direct Approach adalah tipe Approach yang hanya dikhususkan untuk para ahli saja?

Saya berani katakan tidak SEPENUHNYA benar tentang pernyataan-pernyataan yang terkadang membuat banyak orang terseok-seok dan tersiksa karena Anda kepentingan pihak tertentu yang hanya mencari keuntungan dari marketing produknya saja.

Akan saya mulai dari yang tentang mitos-mitos Indirect terlebih dahulu.

1. Menghabiskan waktu dan tenaga

Saya ingin bertanya pada para pemburu nomor diluar sana. Apakah yang sebenarnya Anda inginkan ketika Anda melakukan Approach? Kalau memang hanya nomor Hape, saya tidak bisa berkata apa-apa.

Tapi bagaimana kalau tujuan Anda melatih Social Skill atau Communication Skill Anda? Tentu saja ketika Anda Approach, Anda akan membutuhkan waktu lebih dari 5 menit, bukan? Karena Social Skill Anda hanya akan terasah dengan banyaknya berinteraksi dengan para manusia di luar sana dan bukan hanya mencari nomor HP saja.

Saya sudah bertemu banyak, ups, maaf, BANYAK orang yang jago dalam mengkoleksi nomor HP saja, tanpa bisa melangkah ke tahap yang lebih lanjut. Hal ini disebabkan oleh karena sang pelaku hanya menggunakan tehnik-tehnik dahsyat saja tanpa mau memaksimalkan karakter, karena ingat, tehnik saja tidaklah cukup.

Tehnik kalau tidak didukung oleh, errr, upps, sedikit terlalu panjang dan, ahhh, nanti saja kalau kita bertemu.
🙂

2. Target hanya suka (tertarik) dan meladeni opener saja, bukan pada sang pelaku Approach

Ini adalah hal yang baru saya sadari tadi pagi, entah mengapa saya begitu bodoh dan tolol sehingga baru mau dan bisa mendekonstruksi pernyataan tersebut. Seorang PUA luar pernah berkata yang intinya, “Kamu bisa memakai opener apapun, mulai dari Tanya opini, jam, kado ultah atau langsung saja kenalan atau bahkan Pick Up Line terlemah dan tercupu sekalipun, asal kamu melakukannya dengan benar.”

Tahukah Anda bahwa sebenarnya kalimat yang keluar dari mulut Anda sebenarnya tidak banyak berpengaruh dalam Approach yang Anda lakukan?

Lalu?

Ingat, Body Language, intonasi suara dan ekspresi muka Andalah yang menentukan.

Jadi, apa yang Anda bicarakan dan tanyakan sebagai opini, tidaklah terlalu ‘nyangkut’ di otak wanita, tapi karakter dan aura yang terpancar dari tubuh Andalah yang dia baca. Hampir tidak mungkin kalau sang wanita hanya suka basa-basi ataupun opener Anda, karena kalau dari awal Anda tidak bisa menunjukkan karakter dan aura ala Pria berkualitas, maka hasilnya akan sama saja dengan NOL besar, tidak peduli apakah Anda pemakai Direct atau Indirect.

Kesimpulannya?

Saya harap Anda bisa menarik kesimpulan sendiri karena saya ingin Anda sedikit kritis saja.

Nuff said!

Baiklah, saya cukup berbicara atau lebih tepatnya menulis tentang mitos-mitos Indirect Approach. Sekarang kita akan masuk ke mitos yang ada di Direct Approch. Tapi kelihatannya Anda harus bersabar karena saya tidak akan membahasnya disini, sekarang.

Mengapa?

Haha, kelihatannya bukan sebuah pertanyaan yang harus saya jawab karena saya yakin Anda sudah tahu jawabannya.
🙂

Mungkin Anda bertanya “Bagaimana dengan judul di atas yang mengatakan “The Best Approach & Opener”?”

Saya akan dengan tegas menjawab, TIDAK ADA yang namanya jenis approach atau opener yang TERBAIK, karena seorang yang NATURAL tidaklah tergantung pada jenis approach atau opener yang dia gunakan. Anda bisa menggunakan Direct dan Indirect Approach dimanapun dan kapanpun Anda suka tanpa harus takut dinilai oleh orang. Anda juga bisa menggunakan opener apapun, sampai yang ‘mungkin’ diharamkan oleh kebanyakan orang, “Hei, boleh kenalan gak?”.

Tapi tetap ingat, inti dari semuanya bukanlah dari tipe Approach dan Opener yang Anda gunakan, tapi dari mindset, aura, karakter dan hal-hal lain yang dinamakan oleh PUA Luar dengan Inner Game. Kalau Inner Game Anda sudah jadi dan terasah baik, maka saya yakin Anda tidak perlu berpusing-pusing ria lagi dengan tipe Approach dan Opener yang terbaik lagi.

Sedang suka opener “Hei, boleh kenalan gak?”

Honji MasterMind

Comments
  1. AK-41 says:

    weh, nancep, ditambah kegagalanku ngalahin diri sendiri tadi siang..

    masih harus BANYAK BANGET belajar,

    AK-41 a.k.a akai

  2. dstarlight says:

    ikutan ah, pake opener “Hei, boleh kenalan gak?” …🙂

  3. deyka says:

    wow., nice man!!

    btw., kapan2 gue boleh telpon lu lagi yah man.,:)

  4. Riza Hariadi says:

    Sepp… intinyaaa… kondisional. adaptation ability… hehe..

  5. tyrant says:

    hai, ga boleh :p

  6. adrian tomahuw@ says:

    ini dia artikel yang selama ini gw cari, karena selama ini gw selalu pusing dan bingung cari opener,seperti yang loe tau gw juga pernah nanya ke loe mengenai opener, makanya gw heran…,dulu sebelum tau teknik opener,gw malah lebih gampang kenalan sama cewe,dan malah ngobrol asyik.gw biasanya langsung aja ajak kenalan,selanjutnya malah ngalir sendiri,sekarang saat tau teknik malah yang ada gw pusing sendiri nyari opener yang baik,dan yang ada gw malah ilusi dan takut sampai akhirnya malah gak jadi kenalan,atau kalaupun maksa kenalan yang ada suasananya hambar, jadi nya seperti pemain sinetron yang sedang membaca dialog gak ada “suasana” nya.bener bro THANKS!! banget nih,loe udah membuka pikiran gw….prinsipnya,seorang ksatria yang lebih mahir menggunakan pedang,akan percuma walau di kasih AK 47,granat,bazzooka,kalau dia sendiri tidak nyaman dalam menggunakannya.

  7. Nanz says:

    SLOGAN BARU:
    “BE A NATURAL!!!”

    gmana kalo pake slogan kayak gitu my man??
    lebih asik.lebih mantap, lebih nyaman di hati ^-^

  8. magneto royale says:

    inilah yang di namakan revolusi approach dan romansa, gw sadar pas nonton body languange nya si david . si david berkata kalo body languange kita benar jangan kan hi boleh kenalan , just say : ” hi ” cewek udah pasti tertarik

  9. jartomy says:

    ini yang gw maksud “cowok glossy bertindak lossy = tetep aja glossy”😀

  10. dikeu says:

    alhamdulillah,akhirnya opener ‘hai,boleh knalan gak?’ sudah dperbolehkan lg.ajaran kk2 kelas gw wkt sma tuw.:D

  11. irfansyah says:

    Tapi tetap ingat, inti dari semuanya bukanlah dari tipe Approach dan Opener yang Anda gunakan, tapi dari mindset, aura, karakter dan hal-hal lain yang dinamakan oleh PUA Luar dengan Inner Game. Kalau Inner Game Anda sudah jadi dan terasah baik, maka saya yakin Anda tidak perlu berpusing-pusing ria lagi dengan tipe Approach dan Opener yang terbaik lagi.

    sungguh sangat menarik…..

    kalau begitu yang saya utamakan adalah mindset, aura,karakter.
    kalau Opener itu, nanti-nanti saja lah dulu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s