Fenomena AAC (Approach Addictive Complex)

Posted: March 9, 2010 in About Him, Article
Tags: , , ,

addict

Seberapa lama Anda sudah menginjakkan kaki di dunia Romance seperti ini?
Seberapa banyak Anda melakukan Approach (berkenalan/berbicara dengan wanita asing) dan (mungkin) tukeran nomor?
Seberapa banyak Anda mengkoleksi nomor wanita-wanita cantik tersebut?
Lalu, seberapa besar presentase keberhasilan Anda mengajaknya kencan?
Setelah kencan, seberapa lamakah dia bisa bertahan?

Kalau memang Anda sudah jago berkenalan, tukeran nomor, kencan dan mungkin membawanya ke ranjang Anda dan membuat dia mengejar Anda, maka saya sarankan untuk menutup halaman ini.

Mengapa?

Karena apa yang akan saya bahas disini adalah tentang para Pria yang hanya MENTOK sampai sesi berkenalan dan tukeran nomor serta paling sangat mentok hanya sampai di kencan pertama (kalau sudah sampai kencan pertama sebenarnya sudah lumayan juga sih).

Saya mengenal puluhan Pria, emm, cowok yang mengenal konsep seperti ini yang tiap harinya terus melakukan proses berkenalan (approach) dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun. Mereka sangat tergila-gila dengan yang namanya Approach sehingga menjadi ketagihan (addictive) dan melupakan beberapa tujuan dari approach itu sendiri.

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya, fungsi dari Approach ada beberapa. Yaitu :
1. Menambah teman
2. Melatih social skill
3. Mencari teman tidur (sedikit ekstrim, tapi ada beberapa saya temui hal yang seperti ini)
4. Menaklukkan diri sendiri (approach anxiety)
5. Mencari validasi
6. Mengumpulkan nomor dan tidak ditindak lanjuti karena beberapa alasan
7. dan masih banyak lagi

Nah, apa yang akan saya bahas disini adalah campuran dari beberapa poin diatas. Saya beberapa kali menemukan teman saya yang hanya mengandalkan Approach saja. Memang, begitu ada wanita, dia dengan sangat berani menghampirinya dengan penuh gaya dan kepercayaan diri yang tinggi dan ngobrol dengannya dan seketika itu juga, BAAM!!

Sang wanitapun dengan tersenyum memberikan nomor HPnya.

Hmmm, sangat mudah terlihatnya. Apalagi ketika Anda memakai tehnik atau metode direct yang ada di luar sana. Mudah memang mendapatkan nomer HP mereka. Tapi, apa mereka benar-benar tertarik pada Anda atau hanya terkesima dengan kepercayaan diri Anda dan terkaget sehingga otaknya masih blank sehingga dengan mudah memberikan nomor HPnya?

Tidak. Saya sama sekali tidak antipati atau melarang Anda untuk tidak menggunakan Direct Approach. Jenis approach ini sangat efektif dan luar biasa mantab apabila Anda, emm, saya tidak akan bahas disini. Tapi kalau Anda tertarik membahas dan bertanya semua tentang perbedaannya, maka akan saya jawab disini karena hal ini menjadi sangat sensitif bagi beberapa gelintir orang. Tapi saya yakin para pembaca disini bukan orang yang sensitif.
๐Ÿ™‚

Nah, ketika Anda sangat menggilai Approach, Anda hanya akan jago di level 1 dalam permainan Anda. Mungkin Anda akan dilihat sebagai praktisi approach yang luar biasa hebat. Anda bisa pergi ke sebuah grup wanita dan pulang ke grup Anda dengan membawa nomer HP beberapa wanita disana dan Anda akan mendapatkan senyuman manis dan tatapan kagum dari teman-teman Anda.

Hmmm, pernah mempunyai teman seperti itu atau Anda sendiri yang mengalaminya?

Kalau memang Anda masih senang melakukannya dan sering tidak melakukan apapun terhadap nomer itu, maka Anda perlu saya getok dengan palu ajaib saya sehingga Anda tersembuh dari penyakit AAC ini.

Guys, Anda hanya memuaskan diri Anda demi mencari validasi dari orang lain dan validasi dari diri sendiri dan hal itu sebenarnya sangat menyakitkan karena hal itu hanya Anda sendiri yang tahu.

Saya sarankan Anda segera mencoba menghubungi nomer-nomer Anda yang telah Anda dapatkan dan jangan hanya menjadi Number Collector yang semakin menjamur di luar sana. Kalau memang dalam mem-follow up mereka Anda SELALU gagal, maka memang ada yang salah dengan Anda.

Tapi tenang, bukan salah Anda kalau Anda terbuai dengan AAC dan sulit keluar dari penyakit ini.

Saya menyadarinya teman.

Dan saya juga pernah ada di situ juga.

Apa yang saya lakukan untuk sembuh dari penyakit ini?

Ahaha, kalau nanti suatu saat Anda bertemu dengan saya, kita bisa sharing bersama.๐Ÿ™‚

Kalimat yang sering saya teriakkan kepada diri saya dan teman-teman saya yang mulai terjangkit penyakit ini adalah,

“Kalau Anda jagoan Approach dan Number Close, SO WHAT??!!!!”

Masa Approach hanyalah segilintir dan secuil upil dari sang raksasa dunia Romance. Saya tidak bilang masa ini tidak penting, justru sangat penting malah. Tapi jangan terbuai dengan keindahannya dan terus-menerus melakukannya sehingga Anda hanya jago di masa Approach saja.

Sedang merancang palu ajaib super banyak untuk menggetok kepala dan mengusir penyakit AAC,

Honji MasterMind

Comments
  1. dey says:

    yaaaa., betul tu., gue gampang approach.,tp masih susah fu-nya sobT-T

  2. hmm.. hmm.. says:

    ada yang kena nih ma ni artikel.. aku.. hehe.. trus gmn dong supaya FU ku bisa berhasil.. minimal sampe dating aja.. gagal trus.. akhirnya jadi males phonegame utk ngajakin date..

  3. Lex dePraxis says:

    Nice writing, bro.. Penyakit terbesar adalah pencarian validasi itu, ajang pembuktian bagi diri sendiri maupun pengakuan dari orang lain. Fungsi hit yang sehat sebenarnya hanya satu: to connect. Itulah kepuasan terbesar yang seharusnya dinikmati karena manusia modern semakin dikondisikan untuk terputus dari kehangatan komunikasi karena ulah kemajuan teknologi.

    • Yeps. Memang yang kebanyakan saya lihat dalam kehidupan sehari-hari seorang pembelajar konsep adalah seperti itu. Tidak salah dan sangat manusiawi, bukan?

      Semua adalah proses.

      Thank’s for dropping by my man

  4. artikelnya Suhu Honji selalu mengenai saya….
    hmmm… mudah mudahan saya bisa keluar dari fenomena ini….

  5. TriZ says:

    aku baru tau…. menarik juga….

  6. hmmm says:

    uda sering baca artikel kaya gini,.., klo gw mah app bwat latian agar ga AA yg nantinya saat gw ketemu dengan cewek idaman gw,.., gw bisa rileks.,

  7. hmmdm says:

    gw da sering baca artikel kaya gini,..,, klo gw tujuan app bwat latian ngilangin AA.,., thats all.,,.

  8. Copo says:

    Cuy, gw FUnya SELALU kepentok ma MOTOR BUTUT gue, suer gue agak malu kalo ngajak FU pake motor itu. Ada saran ga cuY?

    • Kalau Anda merasa malu, maka dia akan ikutan malu. Tapi kalau Anda cuek dan PD, maka dia pun akan merasakan hal yang sama. Saya sudah puas dan kembung melihat para pengendara motor lawas dan butut yang membawa seorang wanita cantik di jok belakang mereka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s