Masihkah Anda Mengejar (atau dikejar)?

Posted: March 8, 2010 in About Him, Article
Tags: , , , , , , ,

chse

Beberapa hari terakhir ini saya benar-benar merasa mendapatkan kutukan atau karma atas dosa-dosa saya beberapa tahun yang lalu dimana saya masih menjadi seorang Introvert Analitis yang sangat tidak mengerti indahnya dunia Romance yang sebenarnya sangat indah ini. Saya akan membawa Anda kembali ke masa-masa sedikit indah walau menyakitkan sebelum balik ke masa yang sangat indah dan menyenangkan.

Pada waktu itu, saya sangat mudah tergiur melihat cewek-cewek seksi dan menarik yang melintas di depan saya atau sekedar saya lihat dari kejauhan. Saya biasanya langsung cinta (yang sebenarnya NAFSU : credit to Lex de Praxis) kepada cewek yang baru beberapa menit atau detik saya lihat dan tidak jarang saya sama sekali tidak tahu namanya.

Dosa saya tidak berhenti di situ saja, ketika saya menyukai seorang wanita, saya langsung memposisikan diri saya sebagai polisi, sedangkan dia saya posisikan sebagai pencuri(hati). Saya selalu mengintai gerak-geriknya dan selalu tahu dia dimana, dengan siapa dan sedang berbuat apa. Tidak jarang pula saya memposisikan diri saya sebagai teroris (credit to Kei Savourie) yang selalu mengirim SMS berbau romantis dan tidak jarang menelponnya lebih dari 2x sehari.

Apabila dia tidak membalas SMS saya atau hanya membalas sekedarnya, saya sangat pusing dan langsung menganalisa Sent Item saya.
Apakah sudah delivered?
Apakah dia marah?
Apakah dia ilfeel?
Apakah dia sedang bersama pria yang sudah mempelajari Master Mind Method?

Ada banyak sekali racun-racun yang memasuki pikiran dan alam bawah sadar saya ketika itu.

Sangat menyiksa.

Tapi entah mengapa saya menikmatinya dan mengulanginya lagi, dan lagi dan lagi.

Kembali ke masa sekarang.

Seperti yang saya katakan di atas, saya mendapat karmanya. Sekarang, saya tidak lagi menggangu para wanita-wanita cantik dan seksi di luar sana. Saya tidak lagi menelpon atau SMS berjubel ke teman-teman wanita saya. Saya tidak lagi berfantasi dan terintimidasi oleh kecantikan dan keseksian mereka. Saya tidak lagi harus menunjukkan validasi kepada mereka. Saya tidak lagi mengejar mereka pontang-panting tunggang langgang terkencing-kencing terkuda-kuda. Saya tidak mengejar mereka, lagi.

Sekarang, sayalah yang diperlakukan demikian oleh mereka. Mereka mengejar dan menganggu kehidupan dan privasi saya. Saya merasa tidak nyaman oleh telpon yang selalu dating hanya karena saya malas membalas SMS yang berisi :

– Lagi pha?
– Dah mam? Mam dlu cana? Ntar atit lho
– Gi dmna? Ma cpa?
– Kok ga bales? Cibuk yach?
– Kangeeeeen nich
– Km cbuk bgt cih? Gada waktu buat qu
– Ayo dugem?
– Kok ga bles? Km cuwek bgt cih?
– Dan SMS-SMS neraka lainnya

Guys, it is making me crazy!!!

Selain mengharuskan saya kemana-mana membawa baterai cadangan (walau saya mempunyai 2 HP dan 3 nomor aktif) dan tak jarang pula saya menjadi banci charger. Sampai kalimat ini pun saya masih mendapat terror dari mereka sehingga terpaksa saya mematikan HP saya untuk sementara.

Bayangkan Anda adalah seorang wanita cantik, seksi dan menarik. Bisa dipastikan Anda bisa muntah-muntah mendapatkan SMS-SMS Neraka seperti itu bukan?

Baiklah, saya sudahi curhat colongan saya.

Back to topic.

Kalau Anda sering melakukan seperti yang saya lakukan DULU atau yang para wanita-pengejar-dan-teroris lakukan SEKARANG, maka Anda ada di pihak yang salah. Sebagai seorang Pria, Anda harus memposisikan diri Anda sebagai pihak yang dikejar, bukan pengejar.

“Wow, berarti sangat mudah donk? Gw ga perlu ngejar mereka, mereka otomatis akan ngejar gw duluan donk?”

Kalau saja Anda setampan Brad Pitt atau setajir Bill Gates, maka Anda masih punya kesempatan berdiam diri dan dikejar. Tapi apabila Anda hanya mahasiswa kos-kosan yang bertampang standar Pria kebanyakan, apakah tidak bisa wanita mengejar Anda?

Bisa!

Saya yakin semua Pria mampu membuat wanita mengejarnya tanpa harus menjadi tampan atau kaya mampus sehingga Anda tidak perlu lagi mengejar Anda.

“Lalu, bagaimana caranya agar dikejar?”

Jawabannya sangat simple, yaitu jangan mengejar.

Itu saja.

“Hmm, apakah dengan saya berdiam diri dan tidak mengejar mereka, maka lalu mereka akan mengejar saya?”

Bisa saja, tapi ada syaratnya.

Syarat agar supaya Anda berada di posisi dikejar adalah:
1. Tidak mengejar
2. Mempunyai sesuatu yang bisa membuat orang mencari dan mengejar Anda (nilai atau value)

Agar proses ini menjadi apik dan cantik, maka Anda harus mengaplikasikan 2 hal itu secara bersamaan. Karena kalau tidak, hasilnya tidak akan sesuai dengan harapan Anda. Jadi begini mudahnya.

1. Anda tidak mengejar tapi Anda tidak punya nilai, maka Anda tidak akan mempunyai pengejar karena para pengejar tidak akan mau mengejar hal yang tidak bernilai.
2. Anda punya nilai tapi Anda mengejar sang pengejar. Hal ini lebih baik dari poin pertama tapi tetap saja kurang baik atau mungkin sama-sama tidak baik. Karena ketika Anda mempunyai nilai tapi Anda mengejar dia, maka dia tetap akan menjadi yang dikejar, bukan pengejar. Ingat, disini Anda HARUS memposisikan diri sebagai yang DIKEJAR.

Lalu, nilai-nilai apa saja yang bisa membuat Anda menjadi yang dikejar? Hmm, kalau Anda menjawab karakter, boleh saja karena hal itu sangatlah penting.

Tapi, value yang saya berikan dan secara tidak sengaja terlihat oleh mereka bukan hanya karakter saja. Tapi ada beberapa hal lainnya. Seperti DUUUUUUUAAAAAKKKKKK!!!!!!!!!!

Me : Damn!
X : Hey, don’t tell it in your free article dude or else I’m gonna kill you right now with this little cutter.
Me : O, I’m really sorry bro!! I don’t mean to do it. It is all because I am a loyal nice guy.
X : Ok. Stop it and don’t write anything that you give in Workshop!!!
Me : I’m sorry bro

Sedang menaati kata-kata alumni Workshop,

Honji MasterMind

Comments
  1. Reza : Hey X ! Come on man ! What’s the value ? Damn you X ~😛

    Nice article Bro, bisa sebagai landasan anti-ngarep ini🙂

  2. Amex says:

    Haha… Kejem bgt alumni u bro…
    Nice article

    i like it

  3. mathan says:

    nice work bro… two thumbs up…

    anak kecil aja tau kalo nangkep ikan cukup modal pancingan sama umpan…
    kok yang udah gede malam nekad nangkep ikan pake acara berenang :p

  4. Nanz aeneas says:

    kenapa ngga di share ajah bro valuenya????

    kita para alumni ngga pa2 kok.
    paling2 ntar aku,singgih, ujexx ,visto, hery, dah beberapa puluh alumni workshop mu cuma lempar helm satu2.
    benjol-benjol dah. hehehehehehe. . . .

    enjoy my live

    -Nanz-

  5. TriZ says:

    hmmmm…. inikah rahasianya ?…

  6. vic says:

    wah-wah…. dari blog 1 ke blog lainnya gw jelajahin, ternyata blog elo juga gokil yah…🙂 gw pantau terus deh blog lo supaya gw banyak dapet ilmu dari elo.🙂

  7. Anda cukup gokil juga karena telah menjelajahi berbagai blog.🙂
    Salam gokil

  8. Artikel yang kembali mengingatkan gue. sakit banget bro, padahal waktu itu gue udah tahu tentang HS.

    Bayangkan!!!

    Butuh waktu berminggu-minggu untuk berdamai dengan perasaan itu.

    GILA!!!

    Gue benar2 merasa di hajar waktu menyadari BIG MISTAKE yang gue buat.

    Oleh HS dan sekarang oleh lu bro.

    But, artikel yang nice bro.THANKS A LOT REMIND ME AGAIN.

    Pernah Mengejar Membabi Buta

    CZ

  9. mysearu says:

    kalo si cowo udah punya cewe, apakah cowo itu harus tetap memposisikan sebagai yang ‘dikejar’ si cewe?

  10. hengky says:

    Saya yakin semua Pria mampu membuat wanita mengejarnya tanpa harus menjadi tampan atau kaya mampus sehingga “Anda (1)” tidak perlu lagi mengejar “Anda (2)”.

    Koreksi: anda (2), diganti dgn kata ” NYA”.

    Salam,
    Yg mau berbagi.

  11. animon says:

    lah valuenya apa? blom beres ni artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s